PERANAN PENYEBRANGAN MERAK-BAKAUHENI DALAM PENGHENTIAN TRANSMISI COVID 19

Ditulis Oleh :

Reza Asriandi Eka Putra, S.T., M.T..
Dosen Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

Akhir 2019 hingga quartal pertama 2020 ini dunia menghadapi tantangan baru yang perlu diselesaikan. Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) menjangkiti lebih dari 3,1 juta jiwa di dalam 168 negara. Pandemi ini pun turut menjangkiti Indonesia dengan 9.771 kasus terkonfirmasi dan kematian 784 jiwa pada tanggal 29 April 2020. Jumlah ini pun masih terus bertumbuh jika melihat grafik pertumbuhan kasus terkonfirmasi di Indonesia. Oleh karena itu langkah-langkah taktis dan strategis perlu dilakukan untuk segera menghentikan proses transmisi di wilayah Indonesia.

Terdapat banyak ruang transmisi yang perlu dikelola, salah satunya adalah penyebrangan Pelabuhan Merak-Bakauheni yang merupakan pusat pergerakan utama dari Pulau Jawa (yang merupakan episentrum COVID-19 Indonesia) ke Pulau Sumatera. Berdasarkan data, penyebrangan Merak-Bakauheni menyebrangkan lebih dari 3 juta penumpang setiap tahunnya. Tentu saja ini sekala ekonomi yang sangat besar sehingga seluruh kebijakan terkait penyebrangan ini akan memberikan dampak ekonomi makro dan mikro yang signifikan.

Namun nilai ekonomi tersebut tidak sebanding dengan Kesehatan dan nyawa manusia. Sebagai contoh, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi, total 44 kasus terkonfirmasi per 28 April 2020 dengan keseluruhanya merupakan imported case. Dengan melihat hal ini, menjadi penting untuk dapat mengurangi aksesibiltas antara satu wilayah dengan wilayah lain untuk mengurangi transmisis COVID-19.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Indonesia mengenai Pembatasan Sosial Bersekala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) akhirnya mucul beberapa peraturan turunan seperti Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) No. 25 Tahun 2020 M. Hal ini perlu diberlakukan juga di penyebrangan Merak-Bakauheni dalam usaha mengurangi potensi transmisi yang terjadi. Apalagi jika melihat kasus Diamond Princess bahwa COVID-19 dapat dengan mudah tersebar dalam proses pelayaran bahkan berpotensi airborne transmission di ruang tertutup. Namun tentulah total lockdown pun bukan merupakan opsi utama karena fungsi utama penyebrangan Merak-Bakauheni sebagai jalur logistik utama Jawa-Sumatera tidak boleh terhenti.

Source: willhelmsen.com

Di seluruh dunia pemberhentian atau pembatasan pergerakan pelabuhan di lebih dari 135 negara (willhelmsen.com) dengan dimensi pemberhentian yang bervariasi mulai dari penutupan total, pembatasan logistik, pembatasan pergantian kru, hingga screening pada setiap perjalanan. Penghentian atau pembatasan pergerakan ini dipercaya dapat secara signifakan mengurangi proses transmisi antarwilayah.

Penghentian Atau Pembatasan Pergerakan Ini Dipercaya Dapat Secara Signifakan Mengurangi Proses Transmisi Antarwilayah.

Surat Keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Tentang Angkutan Penyebrangan Merak-Bakauheni Dalam Rangka Pelarangan Mudik Lebaran Tahun 2020 (1441 H) merupakan langkah yang tepat dengan titik . Sebetulnya pemerintah dapat membuka opsi-opsi pengelolaan peraturan sebagai alternatif-alternatif kebijakan bergantung pada kondisi di lapangan. Sebagai contoh jika imported transmission semakin menurun pelabuhan dapat dibuka Kembali dengan pembatasan larangan penyebrangan untuk kendaraan yang berasal dari wilayah PSBB. Selain itu screening ketat mengenai kondisi Kesehatan serta social distancing di dalam kapal penyebrangan tetap harus diterapkan dalam usaha mencegah penyebaran COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *